Uji Kelayakan Gubernur BI tak Cukup Hanya Arah Inflasi dan Nilai Tukar

Bisnis, Ekonomi164 Views

JAKARTA – Uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) tak cukup hanya berkisar pada pertanyaan arah BI Rate, inflasi, dan nilai tukar rupiah dalam beberapa bulan ke depan. Perubahan ekonomi global membuat tantangan bank sentral semakin kompleks, dari gejolak pasokan, transmisi kredit, pasar keuangan, digitalisasi uang hingga arus modal global.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menilai fit and proper test calon Gubernur BI menjadi momentum untuk menguji visi yang lebih Panjang. Misalnya Bank Indonesia seperti apa yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan ekonomi hingga satu dekade mendatang.

“Menurut saya, yang diuji bukan hanya seorang calon Gubernur Bank Indonesia, tapi juga menguji sebuah cara pandang; Bank Indonesia seperti apa yang kita perlukan untuk menghadapi sepuluh tahun ke depan,” ujar Fakhrul, dalam keterangannya, Selasa (25/8), di Jakarta.

Menurutnya, prinsip yang selama ini menjadi fondasi BI tetap harus dipertahankan, terutama independensi, kredibilitas, disiplin moneter, stabilitas harga, dan stabilitas rupiah. Namun, mempertahankan prinsip tidak berarti mempertahankan seluruh cara lama dalam menjalankan kebijakan.

“Dunia lama sudah berubah, tetapi bukan berarti prinsip-prinsip terbaiknya harus dibuang. Inflation targeting tetap penting, independensi tetap penting, kredibilitas bahkan menjadi semakin mahal ketika dunia semakin tidak pasti. Yang perlu berevolusi adalah cara bank sentral membaca ekonomi dan cara seluruh instrumennya bekerja,” kata Fakhrul.