PALU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sekitar 10 hektare di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, berhasil dipadamkan tim gabungan. Pemantauan dan pengecekan lanjutan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dan mencegah kebakaran meluas. Penanganan dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan TNI, BPBD, pemadam kebakaran, kepolisian, dan masyarakat. Sebanyak 169 personel dikerahkan untuk memadamkan titik api di lokasi.
Berdasarkan laporan BPBD Donggala, kebakaran mulai membesar pada Selasa malam (18/8/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Tiupan angin yang cukup kencang dan kondisi lahan berbukit menjadi tantangan bagi tim dalam melakukan pemadaman. Pemantauan menggunakan drone oleh personel Yonif TP 873/MM pada Kamis (20/8/2026) sejak pukul 06.03 WITA kemudian menemukan tiga titik api. Dua titik berada di Dusun II dan satu titik lainnya di Dusun VI.
Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XXIII/Palaka Wira Ronald Patty mengatakan penanganan dilakukan dengan mengutamakan deteksi titik api menggunakan drone, pengerahan personel, serta dukungan kendaraan dan peralatan pemadaman. “Penanganan dilakukan secara intensif dengan mengedepankan deteksi titik api menggunakan drone, pengerahan personel ke lokasi, serta dukungan kendaraan dan peralatan pemadaman,” kata Ronald dalam keterangan pers di Palu, Sabtu (22/8) seperti dilansir Media Center Kominfo Donggala. Setelah apel pengecekan personel, tim gabungan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Hingga siang hari, dua titik api berhasil dipadamkan, sedangkan satu titik di Dusun II masih dalam penanganan.
Personel Kodim 1306/KP bersama Yonif TP 873/MM dan Brigif TP 30/KN kemudian diterjunkan untuk menangani titik api yang masih menyala. Seluruh titik api yang terpantau di Dusun II dan Dusun VI akhirnya berhasil dipadamkan. Sebanyak 169 personel yang terlibat terdiri atas 87 personel TNI, 14 personel BPBD, 50 masyarakat, 14 personel pemadam kebakaran, dan empat personel Polsek Sindue. Pemadaman juga didukung mobil pemadam kebakaran milik TNI dan Pemerintah Kabupaten Donggala serta pompa punggung.
Karhutla tersebut berpotensi mengancam masyarakat apabila titik api mendekati permukiman. Asap kebakaran juga berpotensi mengganggu kesehatan warga, terutama kelompok rentan, sedangkan kerusakan area perkebunan dapat berdampak terhadap sumber mata pencaharian masyarakat. Setelah seluruh titik api dinyatakan padam, pemantauan dan pengecekan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kebakaran kembali meluas dan memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap terkendali.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi karhutla, terutama ketika kondisi lahan kering, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Jika menemukan titik api atau kondisi darurat, masyarakat dapat memanfaatkan layanan 112 agar laporan segera ditindaklanjuti.










