Putri dan Dhinda Kalah, Indonesia Hanya Menang 3-2 Atas Kanada

Olahraga55 Views

GITULAH.COM –Tim Piala Uber Indonesia hanya menang 3-2 atas Kanada pada pertandingan perdana Grup C di Horsens, Denmark, Sabtu (25/4). Dua kekalahan diderita oleh Putri Kusuma Wardani dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.

Berikut hasil pertandingan dan komentar para pemain usia pertandingan tersebut, dikutip dari laman resmi PBSI:

Indonesia 3-2 Kanada

WS1: Putri Kusuma Wardani vs Michelle Li 21-16, 11-21, 16-21
WD1: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Jackie Dent/Crystal Lai 23-21, 21-10
WS2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Wen Yu Zhang 21-16, 21-19
WD2: Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Catherine Choi/Josephine Wu 21-18, 21-11
WS3: Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs Rachel Chan 21-13, 19-21, 11-21

Putri Kusuma Wardani:
Kalau keseluruhan saya nggak puas dengan permainan hari ini karena saya merasa gim pertama bisa menang tapi kedua dan ketiga saya banyak banget melakukan kesalahan dan nggak bisa mengubah cepat pola yang harus dipakai.

Michelle mengubah tempo pola karena memang di sini posisi bola jauh lebih kencang dari pertandingannya yang biasa kita bermain. Itu juga salah satu yang Michelle banyak mengambil poin dengan banyak dari depan lalu menyerang dengan sangat baik, sementara defense saya banyak ngambang dan tidak enak. Saya nggak bisa keluar dari tekanan yang ada di lapangan.

Rasa gugup dan tegang pasti ada tapi saya coba melupakannya, bermain tadi juga sebenarnya happy karena nggak mau jadi beban di partai pembuka tapi saya belum bisa untuk buktikan dan menyumbang poin.

Febriana Dwipuji Kusuma:
Penampilan hari ini alhamdulillah kami bisa mengatasi keadaan. Di gim pertama ramai, seperti kurang banyak pukulan jadi banyak mati sendiri dan salah buangan. Gim kedua kami bisa membalikan keadaan dengan coba untuk melawan dan itu berhasil.

Pasangan Kanada punya tenaga yang cukup kencang, salah satunya juga pemain ganda campuran jadi smashnya lumayan berbahaya tapi kami bisa menemukan celah ketika diajak bermain rally mereka kurang tahan.

Ketika tertinggal jauh di gim pertama, tentunya dengan support teman-teman di belakang itu sangat membantu juga. Kami lebih ke fokus poin satu demi satu, karena itu belum selesai dan baru ketinggalan saja. Berusaha sekuat tenaga sebisa mungkin untuk mengejar dan membalikkan keadaan.

Meilysa Trias Puspitasari:
Kami bermain terburu-buru dan tidak tenang di gim pertama.

Saat masuk lapangan pasti tegang karena tim juga sedang tertinggal tapi kami mencoba melawan rasa itu.

Thalita Ramadhani Wiryawan:
Alhamdulillah saya bisa menang, bisa menyumbang poin untuk Indonesia dan sekarang berbalik unggul 2-1. Pastinya senang banget, excited juga. Saya dari dulu pengen banget main di Uber Cup dan tahun ini alhamdulillah bisa terpilih.

Pastinya saat masuk lapangan saya mau menunjukkan rasa semangat, pengen menang untuk kasih dukungan ke kak Putri juga kalau dia nggak sendiri karena kami di sini ada sebagai tim.

Ada rasa gugup di gim pertama tapi saya bisa mengatasinya. Di gim kedua saat sudah memimpin 18-14, saya sempat mengendurkan permainan, banyak angkat bola sementara dia punya kelebihan di bola atas. Saat sudah terkejar, mas Imam Tohari) dan koh Didi (Eng Hian) terus mengingatkan untuk banyak menurunkan bola lagi, dipercepat lagi mainnya.

Evaluasinya saya harus bisa lebih tenang lagi, bisa lebih safe juga mainnya.

Pertandingan saya di BATC tidak bagus tapi itu jadi pelajaran bagaimana tidak berpikiran yang sudah lalu, yang lalu biarlah berlalu. Fokusnya ke depan yang akan datang.

Siti Fadia Silva Ramadhanti:
Di pertandingan pertama ini apalagi di awal kami startnya terlalu buru-buru dan terlalu banyak mati sendiri. Kami belum terbiasa juga dengan shuttlecock karena sepertinya yang dipakai saat latihan agak berbeda lajunya.

Kemenangan yang penting tapi ke depan kami harus lebih tenang di gim-gim awal karena kan beregu pasti ada atmosfer yang bikin tegang, sangat berbeda dengan perorangan. Juga kami harus bisa lebih yakin.

Amallia Cahaya Pratiwi:
Setelah tertinggal jauh di gim pertama kami mencoba untuk lebih tenang setiap melakukan pukulan, lebih enjoy pada permainan jadi malah itu membuat lawan buat salah-salah sendiri.

Kami tidak punya waktu banyak untuk rest karena besok harus sudah kembali bertanding jadi tentu saja dari segi nutrisi dan recovery itu sangat penting untuk bisa siap lagi kalau besok diturunkan.