Prancis Cerdas Gunakan Celah, Indonesia Kalah 1-4 dan Gagal Lolos dari Fase Grup

Olahraga51 Views

GITULAH.COM — Indonesia dipermalukan Prancis pada ajang Piala Thomas 2026. Ini setelah pada pertandingan terakhir Grup D Jonatan dan kawan-kawan menyerah 1-4 kepada negara yang terkenal dengan Menara Eiffel itu di Horsens, Denmark, Rabu (29/4) dinihari WIB.

Dengan kekalahan tersebut Indonesia hanya menempati peringkat ketiga di bawah Thailand dan Prancis sehingga gagal lolos dari fase grup. Hanya juara dan runner-up grup yang berhak atas tiket ke perempat final.

Sebenarnya ketiga tim memiliki catatan dua kali menang, namun selisih gim menang-kalah Indonesia berada di bawah Thailand dan Prancis.

Thailand di tempat pertama dengan selisih pertandingan menang-kalah yakni 11-4. Selanjutnya Prancis di posisi kedua dengan 10-5. Sedangkan, Indonesia di peringkat ketiga dengan 9-6 (5-0 vs Aljazair, 3-2 vs Thailand, 1-4 vs Prancis). Aljazair posisi buncit dengan 0-15.

Ini merupakan kali pertama Indonesia gagal lolos dari fase grup. Padahal, dalam tiga kejuaraan terakhir selalu tampil di final. Bahkan, pada gelaran 2021 menjadi juara setelah mengalahkan Cina di partai final. Adapun, di 2022 kalah dari India, dan di 2024 menyerah di tangan Cina.

Prancis boleh dibilang memasang strategi jitu. Mereka memainkan Christo Popov dan Toma Junior Popov di tunggal dan ganda. Ini memungkinkan pertandingan digelar tidak sesuai dengan urutan normal yang seharusnya tunggal, ganda, tunggal, ganda, dan diakhiri partai kelima yakni tunggal.

Mereka memainkan Christo di tunggal pertama, Alex Lanier tunggal kedua, dan Toma Junior di tunggal ketiga. Ini sudah sesuai dengan urutan peringkat dunia yang mengatur penempatan pemain.

Lalu,  Christo dan Toma dipasangkan di sektor ganda. Berdasarkan peringkat dunia, Christo/Toma Junior peringkatnya (21 dunia) di atas Eloi Adam/Leo Rossi (52). Namun, karena bermain di partai ketiga (tunggal), Toma Junior yang berpasangan dengan Christo baru akan tampil lagi di partai kelima.

Dengan demikian Adam/Rossi akan bermain di partai keempat, sementara Popov bersaudara di partai kelima.

Berdasarkan susunan peringkat tersebut, maka Prancis bisa memainkan langsung tiga tunggal di tiga partai pertama dan dua ganda di dua partai terakhir. Sebab, Toma Junior yang bermain di tunggal ketiga berhak istirahat untuk kemudian bermain kembali di partai terakhir atau kelima.

Celah itulah yang sangat cerdas dipakai oleh Prancis yang memang sengaja ingin memainkan tiga tunggal terlebih dahulu agar bisa mengamankan tiga poin pertama, selanjutnya minimal dapat satu kemenangan lagi di sektor ganda.

Strategi Prancis berhasil. Mereka pun menang 4-1, melalui tiga tunggal dan satu ganda.

Berikut hasil pertandingan Indonesia versus Prancis 1-4:

Jonatan Christie (peringkat 5 dunia) vs Christo Popov (peringkat 4 dunia) 19-21, 14-21.

Alwi Farhan (14) vs Alex Lanier (10) 16-21, 19-21.

Anthony Sinisuka Ginting (46) vs Toma Junior Popov (17)22-20, 15-21, 20-22.

Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (9) vs Eloi Adam/Leo Rossi (52) 19-21, 19-21.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (3) vs C Popov/T Popov (21) 21-18, 19-21, 21-11.

Hasil Lengkap Pertandingan di Grup D:

Indonesia vs Aljazair 5-0

Indonesia vs Thailand 3-2

Indonesia vs Prancis 1-4

Thailand vs Prancis 4-1

Thailand Aljazair 5-0

Prancis vs Aljazair 5-0