GITULAH.COM — Gregoria Mariska Tunjung terhenti di babak final Kumamoto Japan Masters 2025, Minggu (16/11). Dia dikalahkan oleh Ratchanok Intanon (Thailand) 16-21, 20-22. Namun, tunggal putri Indonesia ini bilang, turnamen Super 500 ini membawa keberuntungan baginya.
Apa saja yang dikatakan Gregoria usai partai puncak turnamen berhadiah total 475 ribu dolar AS (sekitar Rp7,9 miliar) ini? Berikut penuturannya, dikutip dari laman resmi PBSI.
“Tetap mengucap syukur bisa kembali ke podium walaupun ini bukan hasil yang terbaik yang bisa saya raih. Banyak hal positif yang bisa diambil dari Kumamoto Masters tahun ini dan saya juga cukup senang dengan performa tadi.
Di gim pertama saya ada kesempatan untuk mengambil keunggulan, tapi terlepas. Lalu di gim kedua sudah tertinggal 16-20, tapi saya masih berusaha dan bisa mengejar sampai 20-20 sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Ratchanok. Kredit untuk dia karena bermain sangat bagus, dia layak mendapat gelar ini.
Turnamen Kumamoto bisa dibilang membawa keberuntungan, tidak menyangka bisa sejauh ini karena beberapa bulan lalu yang sangat berat. Evaluasi dari sini pastinya secara kondisi fisik dan endurance perlu kembali ditingkatkan.






