GITULAH.COM — Anthony Sinisuka Ginting langsung tersingkir di babak pertama Denmark Open 2025 di Odense, Rabu (15/10). Dia menyerah kepada pemain tuan rumah unggulan 2 Anders Antonsen 7-21, 19-21.
Kekalahan itu makin menambah panjang daftar kekalahan Ginting pada babak pertama di 7 turnamen BWF plus satu Kejuaraan Dunia yang sudah diikutinya sejak kembali bertanding pada Juli lalu. Ginting lama absen karena mengalami cedera bahu kanan sejak Januari 2025 lalu.
Begitu comeback lagi, Ginting langsung tersingkir pada babak pertama di Japan Open, China Open, Hong Kong Open, China Masters, dan Kejuaraan Dunia. Dia hanya mampu lolos sampai babak kedua di Korea Open.
Apa sebetulnya yang dialami Ginting ketika dikalahkan Antonsen di turnamen BWF World Tour Super 750 berhadiah total 950 ribu dolar AS ini? Berikut ini diungkapkannya, seperti dikutip dari laman resmi PBSI, pbsi.id, Rabu (15/10).
“Gim pertama saya kurang bisa menemukan pola permainan yang baik, sebaliknya Antonsen bermain sangat agresif. Saya sudah mencoba mengimbangi tapi banyak melakukan kesalahan sendiri.
Di gim kedua saya meyakinkan diri sendiri untuk melakukan apa yang diyakini, masih kesulitan di awal-awal sampai interval. Di istirahat poin 11 itu, Koh Indra bilang tidak perlu banyak ragu-ragu, lebih yakin saja mau bermain menyerang atau bermain seperti apa. Dari situ, saya nothing to lose dan akhirnya bisa keluar dari tekanan.
Tapi sayang setelah unggul 2-3 poin, saya masuk ke pola permainan Antonsen yang cukup berubah. Saya kurang siap dengan itu.
Ini pertemuan pertama saya dengan Antonsen setelah dua tahun lebih tidak bertemu. Cukup lama dan cukup terasa perbedaan dia hari ini dengan dulu. Secara pola permainan tidak banyak berubah, hanya sekarang dia bisa lebih konsisten dengan permainannya. Tidak heran 1-2 tahun ini dia sangat stabil dan bisa menduduki peringkat dua dunia.
Setelah comeback, yang belum ketemu sebenarnya adalah bagaimana rancangan ketika masuk ke pola permainan lawan. Seperti tadi di gim pertama dan akhir gim kedua, ketika saya terpancing ke rancangan lawan, saya belum bisa menemukan counter strategi yang tepat.










