Den K9 SAR Polri Siap Perkuat Penanganan Longsor di Cisarua

Daerah310 Views

BANDUNG — Polri melalui Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam menegaskan siap memperkuat penanganan bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat. Dalam operasi kemanusiaan ini, Den K9 SAR mengerahkan 20 personel yang dipimpin IPTU Erasmus selaku Katim K9, didukung tim veteriner, para handler, pelindung, serta pengemudi.

Kekuatan tersebut diperkuat dengan enam ekor satwa pelacak K9, yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita, yang memiliki keahlian utama dalam pencarian korban meninggal dunia atau cadaver search. Guna mendukung mobilitas dan efektivitas di medan bencana, tim K9 SAR juga dilengkapi dengan satu unit truk boks dan empat unit kendaraan ransus Navara K9.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan pengerahan Den K9 SAR merupakan langkah strategis Polri untuk mempercepat proses pencarian korban di medan longsor yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. “Pengerahan Den K9 SAR ini adalah bentuk keseriusan dan komitmen Polri dalam misi kemanusiaan. Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hendra, usai apel kesiapan penguatan penanganan bencana tersebut, Minggu (26/1), di Mako Ditpolsatwa Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan data resmi Posko Utama dan Pos DVI hingga Minggu (25/1), pukul 16.35 WIB, dari total 105 laporan orang hilang, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 25 kantong jenazah, bertambah tiga jenazah utuh dari hasil pencarian terbaru. Dari jumlah tersebut, 11 korban berhasil diidentifikasi, terdiri atas 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh. Sementara itu, sepuluh jenazah dan satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem.

Hendra menambahkan Polri akan terus bersinergi dengan TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur relawan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. “Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Inilah wujud nyata Transformasi Polri Presisi yang humanis, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” tegasnya. Hendra juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar seluruh personel SAR, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, serta keluarga korban diberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan selama proses kemanusiaan ini berlangsung. Hingga saat ini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan dengan mengedepankan prinsip keselamatan personel dan ketelitian dalam setiap tahapan kegiatan.