Ini 5 Wakil Indonesia yang Gagal di Perempat Final

Olahraga465 Views

GITULAH.COM — Indonesia menempatkan enam wakilnya di perempat final All England 2026, namun hanya satu yang sampai ke semifinal yakni Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Berikut ini lima yang gagal:

Alwi Farhan kalah dari (k.d) Kunlavut Vitidsarn (unggulan 2/Thailand) 17-21, 12-21.

“Kunlavut adalah pemain yang ulet, tidak gampang mati, pemain yang kuat untuk sekarang. Itu modal dia untuk bisa mencapai level yang sekarang. Dan saya coba melawan hal dari situ tapi saya rasa saya sedikit kalah rapi dari segi pukulannya,” kata Alwi, dikutip dari laman resmi PBSI, pbsi.id.

“Hal positif yang bisa saya ambil dari All England pertama ini adalah jeri payah latihan saya, persiapan selama menuju ke sini menunjukkan hasil yang cukup ada perkembangan. Saya sudah mulai bisa revans dengan lawan yang kemarin 2 kali kalah, Chou Tien Chen tapi memang belum berhasil dari Kunlavut.”

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah k,d uo Xin Wa/Chen Fang Hui (6/Cina) 17-21, 21-18, 15-21.

“Pada akhir-akhir laga kami kehilangan fokus yang membuat situasinya jadi menyulitkan,” kata Amri.

“Hal positif ini semoga membawa pengaruh positif juga untuk ke Swiss Open minggu depan. Kami bisa mengeluarkan semua hal yang dilatih selama ini, tinggal sedikit diperbaiki untuk lebih rapi dan mengurangi kesalahan sendiri.”

“Tadi sebenarnya peluang untuk menang itu ada karena kami sempat unggul juga di gim ketiga. Tapi ya itu poin-poin terakhir banyak melakukan kesalahan, banyak salah arah pengembaliannya. Mereka juga mempercepat pola yang terlambat kami adaptasi,” tambah Nita.

Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat k.d Chen Bo Yang/Liu Yi (Cina) 16-21, 10-21.

“Permainan mereka hari ini sangat baik terutama dari sisi pertahanannya sangat rapat dan tidak mudah ditembus. Ini membuat kami kehilangan cara untuk mematikan bola. Saya rasa mereka juga bertambah percaya dirinya ketika beberapa kali bola tanggung gagal kami manfaatkan dan berhasil mereka kembalikan,” ungkap Rian.

Rahmat mengakui bermain tidak sabar, tidak kontrol karena lawan tidak mudah mati. “Mereka bermain panjang dan beberapa kali bolanya bisa diambil tapi lewat dari saya yang membuat saya kurang percaya diri di permainan depan. Selain itu kami juga banyak mati sendiri. Kami harus evaluasi ini untuk ke Swiss Open nanti.”

Putri Kusuma Wardani k.d An Se Young (1/Korsel) 11-21, 14-21.

“Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki kalau untuk melawan top 4 karena menurut saya benar-benar yang masih belum bisa dilewati adalah mereka di empat besar. Tadi benar-benar dari konsistensi sama berpikir di lapangannya harus benar-benar kuat dan saya belum berhasil melakukan itu. Jadi bisa kayak 2-3 poin lalu hilangnya banyak banget,” kata Putri.

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari k.d Peary Tan/Thinaah Muralitharan (2/Malaysia) 9-21, 18-21.

“Dari gim pertama itu memang dari lawan langsung menyerang. Kami sebenarnya sudah ada pola yang disiapkan, tapi memang kadang-kadang bola-bola yang pengembaliannya itu kurang akurat. Dibanding pertemuan sebelumnya hari ini mereka mempercepat tempo permainan,” ucap Ana.

“Di gim kedua kami sempat unggul, tapi setelah itu malah jadi terlalu hati-hati mainnya. Kalah berani dengan mereka,” timpal Trias.