Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, Okupansi 46 Persen

Nasional314 Views

GITULAH.COM — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencata berdasarkan update data penjualan tanggal 3 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, sebanyak 2.067.560 tiket telah terjual dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan selama periode Lebaran. Tingkat okupansi sementara mencapai 46 persen, sehingga masih terdapat sekitar 2,43 juta tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Sejumlah relasi favorit seperti Jakarta–Yogyakarta, Jakarta–Semarang, serta Jakarta–Surabaya menunjukkan peningkatan pemesanan. Pada berbagai tanggal keberangkatan, pilihan tempat duduk masih tersedia cukup longgar.

Untuk KA Jarak Jauh, penjualan mencapai 2.020.471 tiket dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk, dengan tingkat okupansi 56,6 persen. Sementara itu, KA Lokal terjual 47.089 tiket dari kapasitas 926.936 tempat duduk atau okupansi 5,1 persen. Penjualan KA Lokal diperkirakan terus meningkat mendekati hari keberangkatan karena mayoritas tiket baru dapat dipesan mulai H-7.

Berikut beberapa tanggal dengan tingkat keterisian relatif rendah untuk KA Jarak Jauh antara lain:

1.⁠ ⁠1 April 2026 (H+10): 21.174 tiket terjual dari 161.100 tempat duduk (13,1 persen)
2.⁠ ⁠31 Maret 2026 (H+9): 32.841 tiket terjual dari 161.100 tempat duduk (20,4 persen)
3.⁠ ⁠30 Maret 2026 (H+8): 50.672 tiket terjual dari 163.432 tempat duduk (31 persen)
4.⁠ ⁠11 Maret 2026 (H-10): 38.384 tiket terjual dari 159.404 tempat duduk (24,1 persen)
5.⁠ ⁠12 Maret 2026 (H-9): 58.439 tiket terjual dari 159.404 tempat duduk (36,7 persen)

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, pola perjalanan Lebaran menunjukkan peningkatan bertahap pada periode pra-Lebaran dan diperkirakan mencapai puncak pada H-3 hingga H-1, serta kembali meningkat pada periode arus balik.

Sebagai bagian dari perluasan akses perjalanan masyarakat pada masa Lebaran, KAI menghadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan yang mulai dijual pada 25 Februari 2026 untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026.  Hingga 3 Maret 2026, Kereta Ekonomi Kerakyatan mencatat penjualan 16.855 pelanggan dari total kapasitas 27.368 tempat duduk atau tingkat okupansi 62 persen.

Pada sejumlah tanggal arus balik, tingkat keterisian Kereta Ekonomi Kerakyatan bahkan melampaui 100 persen per hari perjalanan karena adanya pola naik-turun penumpang pada lintas relasi. Hal ini menunjukkan respons positif masyarakat terhadap layanan dengan tarif terjangkau tersebut.

“Kereta Ekonomi Kerakyatan kami hadirkan untuk memberikan pilihan perjalanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Respons yang cukup baik menunjukkan bahwa layanan ini menjadi alternatif mobilitas yang diminati pada masa Angkutan Lebaran,” ujar Anne.