Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terjun ke Level Terendah Sepanjang Masa

Ekonomi280 Views

GITULAH.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terjun ke level terendah sepanjang masa setelah mengalami penurunan sekitar -0,3% menjadi 16.988 pada sesi perdagangan intraday hari Selasa (20/1), sebelum berakhir di angka 16.950. Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran mengenai kesehatan fiskal domestik dan kemandirian bank sentral. Kurs rupiah terhadap dolar AS telah anjlok -1,5% sejak awal 2026, menjadikannya salah satu yang terburuk di kategori pasar berkembang. Depresiasi rupiah di awal tahun ini juga melanjutkan pola dari tahun lalu, ketika rupiah terjun -3,5% terhadap dolar AS sepanjang 2025, meski indeks dolar AS (DXY) menyusut -9,4%.

Nominasi Keponakan Presiden Prabowo sebagai Calon Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Pada hari Senin (19/1), Presiden Prabowo Subianto dilaporkan telah mencalonkan keponakannya yang juga menjabat sebagai wakil menteri keuangan, Thomas Djiwandono, sebagai salah satu dari tiga calon anggota dewan gubernur Bank Indonesia yang akan mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, yang telah mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Bloomberg menginformasikan bahwa nominasi Thomas sebagai calon anggota dewan gubernur Bank Indonesia dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai berkurangnya otonomi bank sentral.
Defisit APBN 2025 Mendekati Batas Legal Capaian defisit APBN 2025 kini berada di level 2,92% terhadap PDB, mendekati batas maksimum yang diperkenankan oleh regulasi yang ditetapkan sebesar 3% terhadap PDB, dan lebih tinggi dibandingkan proyeksi APBN 2025 yang menyatakan angka 2,78% terhadap PDB.

Sebelumnya, kecemasan mengenai pengurangan independensi bank sentral dan kesehatan fiskal telah muncul sejak September 2025. Pada saat itu, Bloomberg dan Reuters melaporkan bahwa DPR sedang mempertimbangkan untuk memperluas mandat Bank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberikan wewenang kepada DPR untuk merekomendasikan pemecatan gubernur Bank Indonesia. Selain itu, Badan Legislasi DPR memasukkan UU Keuangan Negara regulasi yang menetapkan limit defisit anggaran maksimum 3% terhadap PDB dan batas total utang maksimum 60% terhadap PDB ke dalam daftar regulasi yang akan direnungkan ulang pada 2026.

Menyikapi perkembangan ini, Bank Indonesia menyatakan pada Senin (19/1) bahwa mereka akan tetap berfokus pada tanggung jawab inti mereka termasuk menstabilkan rupiah serta mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada 21 Januari 2026. Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa kementeriannya “tidak akan mendesak bank sentral untuk membiayai proyek pembangunan pemerintah,” sembari menambahkan bahwa pelemahan rupiah dalam persentase relatif kecil sehingga seharusnya sistem keuangan sudah dapat menyesuaikan diri. Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, minggu lalu menyatakan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan batas legal defisit dari level saat ini yang berada di 3% terhadap PDB.

Poin Penting

Penguatan kembali nilai tukar rupiah berpotensi mengurangi ruang bagi Bank Indonesia untuk mengurangi suku bunga lebih lanjut. Sebagai informasi, selama 2025, BI sudah memangkas suku bunga hingga -125 bps ke level 4,75%. Pada Selasa (20/1), konsensus Bloomberg masih memperkirakan penurunan suku bunga Bank Indonesia sebanyak dua kali (-50 bps) menuju 4,25% sepanjang 2026. Secara khusus untuk RDG Bank Indonesia pada 21 Januari 2026, konsensus memperkirakan Bank Indonesia akan menahan suku bunga.