Pemkot Singkawang dan Hotel Borobudur Gelar ‘Discover Singkawang Timeless Harmony’

Santai341 Views

JAKARTA – Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, berkolaborasi dengan Hotel Borobudur Jakarta menghadirkan gelaran Discover Singkawang, pada Januari-Maret 2026. Gelaran ini merupakan upaya mempromosikan pariwisata, potensi budaya dan kuliner, serta Usaha, Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) Kota Singkawang ke tingkat nasional hingga internasional.

Menteri Agama Nasaruddin Umar, menyambut baik gelaran tersebut. “Gelaran ini merupakan upaya menemukan kembali harmoni tanpa batas di kalangan Tionghoa dengan masyarakat lain,” ungkap Nasarudin, saat membuka gelaran kolaborasi budaya ‘Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang’ di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (23/1).

Lantaran itu, Nazarudin juga berharap kegiatan tersebut dapat terus dilanjutkan untuk memperkuat keragaman budaya di Nusantara. Nasarudin menjelaskan, gelaran yang juga bertujuan menyambut perayaan Lunar New Year dan Ramadan ini, merupakan subculture penting di Indonesia. “Ini adalah warna-warni yang sangat indah. Kita berharap masyarakat Indonesia terus memperindah dan merawat harmoni yang terjalin tanpa sekat di masyarakat,” ujar Nasaruddin.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mei, mengatakan kolaborasi dengan Hotel Borobudur merupakan gerbang utama mempromosikan budaya dan kuliner Singkawang ke dunia internasional. Kota yang dikenal dengan julukan ‘Kota Seribu Kuil’ ini membawa misi besar menunjukkan potret nyata kehidupan berdampingan yang rukun. “Singkawang adalah miniatur Indonesia. Berbagai suku dan agama ada di sana dan kami hidup berdampingan dengan baik, saling menghormati, sehingga Singkawang mendapatkan predikat kota tertoleran,” ungkap Tjhai.

Sementara, Direktur Marketing Communication Hotel Borobudur Jakarta, Karina Eva Poetry, mengatakan gelaran ini sudah memasuki tahun keempat sebagai bentuk kontribusi Hotel Borobudur dalam mendukung pariwisata berkelanjutan. Karina menambahkan ‘Discover Singkawang Timeless Harmony’ juga menjadi bukti bahwa akulturasi dapat memperkuat harmonisasi dan toleransi antarumat beragama, khususnya dalam momentum perayaan budaya Tionghoa yang beriringan dengan bulan suci Ramadan.