GITULAH.COM — “Tak terbayangkan oleh saya, anak kecil item, dari Solo bisa juara di Indonesia Masters,” ungkap ALwi Farhan dalam jumpa pers di Media Center Indonesia Masters 2026, Istora GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (25/1).
Alwi bermain luar biasa pada partai final menghadapi Panitchapon Teeraratsakul. Dia menang dengan skor telah 21-5, 21-6, dalam 25 menit.
“Alhamdulillah, saya bisa berada di sini (juara, Red.) atas izin Allah. Banyak perjuangan, rasa sakit, darah, dan air mata yang saya lalui untuk berdiri di podium tertinggi hari ini,” sebut Alwi pula.
Tak lupa Alwi megucapkan terima kasih kepada pelatihnya, Pak Hary, Koh Indra (Indra Wijaya), Pak Agus, teman-teman, psikolog, serta PBSI dan seluruh tim pendukung yang membantu dirinya selama persiapan hingga turnamen ini.
“Gelar ini saya persembahkan untuk semuanya, terutama kedua orang tua saya, Abah, Umi, juga kakak saya,” ujar Alwi.
Alwi mengakui, atmosfer Istora dan dukungan penuh dari publik menjadi suntikan semangat tersendiri. Semakin hari, jumlah penonton yang memadati arena membuat dirinya semakin termotivasi dan tampil lebih bertenaga.
“Saya merasa penonton semakin ramai dari hari ke hari, atmosfer semakin bagus, dan itu membuat tenaga saya seperti tidak ada habisnya. Meski mungkin kondisi fisik saya tidak 100 persen, tetapi ambisi dan semangat saya selalu penuh,” kata Alwi.
Alwi menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih gelar juara di Indonesia Masters 2026. Pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus puas menjadi runner-up. Mereka harus mengakui keunggulan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia) 19-21, 13-21.






