JAKARTA – PSSI memastikan John Herdman menjadi pelatih baru untuk Timnas senior dan Timnas U-23 Indonesia. Herdman menjadi pilihan terbaik karena dinilai memiliki latar belakang komplet di kancah persepakbolaan dunia.
Herdman merupakan satu di antara pelatih berpengaruh dalam sepak bola modern. Bukan hanya karena deretan prestasi, tapi juga pendekatan kepemimpinan yang menekankan kepercayaan, kejelasan taktik, dan kekuatan kolektivitas tim. Keterangan pers PSSI, Sabtu (3/1), menyebutkan rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan tersebut.
Herdman tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016. Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia
Sepanjang karier kepelatihannya, Herdman telah memimpin 160 pertandingan internasional resmi dengan catatan 81 kemenangan, 23 hasil imbang, dan 56 kekalahan. Herdman membukukan persentase kemenangan 50,62 persen, dengan rata-rata 1,66 poin per pertandingan.
Di Timnas Kanada, termasuk kelompok U-23, Herdman mencatat 37 kemenangan dari 62 pertandingan dengan rata-rata kemenangan 59,67 persen dan rata-rata 1,93 poin per pertandingan. Sementara bersama Timnas Putri Kanada, dia menorehkan rasio kemenangan 57,4 persen dengan 2,01 poin per pertandingan.
Peningkatan peringkat Kanada di daftar FIFA menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan pendekatannya. Ketika pertama kali menangani timnas putra pada Maret 2018, Kanada berada di peringkat 90 dunia. Dalam kurun empat tahun, Kanada mampu melesat hingga posisi 33 pada Februari 2022. Hingga kini posisi itu menjadi peringkat tertinggi dalam sejarah sepak bola Kanada sebelum Herdman mengakhiri masa tugasnya pada 2023.
Filosofi kepelatihan Herdman bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu ‘Team Spirit’, ‘Tactical Excellence’, dan ‘Team Chemistry’. Baginya, kepercayaan adalah fondasi utama dalam kinerja tim, sementara kejelasan peran dan identitas permainan membangun rasa aman psikologis di ruang ganti.
Kombinasi itulah yang bagi Herdman menghadirkan chemistry tim yang membuat performa kolektif melampaui kemampuan individu. Ini merupakan kerangka kerja yang disebutnya sebagai upaya meraih pencapaian luar biasa yang berkelanjutan.
Jalan Prestasi John Herdman
Perjalanan Herdman dalam membangun fondasi tim dimulai di Selandia Baru. Pada periode 2001–2011, ia menjabat sebagai Regional and National Football Development Director dan merancang sistem pembinaan pemain nasional, termasuk program Whole of Football Plan 2010, pengembangan kurikulum kepelatihan pada 2008, serta sistem pengembangan talenta terpadu pada 2009.
Pada 2006, ia dipercaya memimpin Timnas Putri Selandia Baru dan membawa tim tersebut menorehkan hasil bersejarah di Olimpiade Beijing 2008 dan Piala Dunia 2011. Termasuk gelar juara Oseania 2010 hingga kemenangan pertama atas tim Eropa dan Amerika Selatan. Kesuksesan berikutnya lahir ketika Herdman mengambil alih Timnas Putri Kanada pada 2011. Di bawah kepemimpinannya, Kanada menjelma menjadi tim papan atas turnamen internasional.
Deretan prestasi yang diraih antara lain emas Pan American Games 2011, medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016, peringkat FIFA tertinggi di posisi keempat dunia, serta rekor kemenangan dan gol terbanyak dalam satu musim pada 2016.
Pada 2018, Herdman menerima tantangan dengan menangani Timnas Kanada. Hasilnya menjadi babak bersejarah bagi sepak bola negara tersebut. Ia berhasil membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 untuk pertama kalinya sejak 1986, mencatat rekor 17 laga tak terkalahkan di kualifikasi, serta membawa tim mencapai peringkat 34 dunia. Di ajang yang sama, Kanada juga mencetak gol pertama mereka di panggung Piala Dunia, sekaligus memuncaki daftar tim dengan jumlah gol internasional terbanyak pada 2021.
Perjalanan Herdman berlanjut ke level klub ketika ia bergabung dengan Toronto FC pada 2023. Saat itu, klub berada di dasar klasemen, tetapi dalam satu musim performanya meningkat signifikan.
Poin tim naik 68 persen, jumlah kemenangan meningkat 175 persen, gol, dan tim mencatat delapan clean sheet, jumlah terbanyak sejak 2019. Toronto FC juga lolos fase grup Leagues Cup untuk pertama kalinya, mencapai final Canadian Championship, serta mencatat rasio poin per laga terbaik sejak era Greg Vanney. Dengan rasio kemenangan 36,95 persen, Herdman kembali menempatkan Toronto FC di jalur kompetitif setelah periode sulit.
Di balik catatan statistik tersebut, pendekatan Herdman menunjukkan dimensi yang lebih dalam: membangun budaya kerja tim, menumbuhkan kepercayaan, dan membentuk identitas permainan yang kuat. Di setiap tim yang ditangani, pola yang sama selalu muncul struktur yang terbangun, pemain berkembang, dan tim melampaui ekspektasi. Karena itulah, John Herdman tidak sekadar dikenal sebagai pelatih taktik, melainkan sosok arsitek budaya tim yang meninggalkan jejak panjang dalam perkembangan sepak bola modern.






