Ekonomi Mesir Panas, Inflasi Capai Rekor 38%

Internasional129 Views

GITULAH.COM – Inflasi harga konsumen perkotaan tahunan Mesir melonjak ke rekor 38 persen pada bulan September 2023 dari 37,4 persen pada bulan Agustus, menurut badan statistik CAMPAS. Data yang dirilis lembaga tersebut pada Selasa (10/10/2023) mengungkapkan, harga makanan dan minuman pada September 2023 naik 73,6 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Kenaikan harga makanan dan minuman tahunan dipicu oleh kenaikan sebesar 45 persen pada kelompok sereal dan roti. Secara bulanan, harga makanan dan minuman naik sebesar 3,6 persen, dengan harga sayur-mayur melonjak sebesar 19,2 persen, buah-buahan sebesar 5,4 persen, produk susu sebesar 5,4 persen, dan harga gula sebesar 2,9 persen.

Menurut CAMPAS, harga minuman dan tembakau meningkat setiap tahunnya sebesar 55,1 persen pada bulan September, diikuti oleh hotel dan restoran sebesar 43 persen, dan perabotan sebesar 38,1 persen.

Perdana Menteri Mostafa Madbouly mengumumkan pada hari Senin (9/10/2023) bahwa pemerintahnya telah sepakat dengan produsen dan pengecer swasta untuk menurunkan harga bahan makanan pokok sebesar 15 hingga 25 persen mulai hari Sabtu. Daftar makanan yang disubsidi mencakup kacang fava, lentil, dan produk susu. Keju, pasta dan nasi serta gula, ayam dan telur kemungkinan besar akan mengalami penurunan harga.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meringankan beban ekonomi warganya. Selain itu, pemerintah telah berjanji untuk memantau secara ketat penerapan penurunan harga ini, meskipun langkah-langkah penegakan hukum yang spesifik masih perlu dilakukan secara rinci.

Pemerintah juga akan mempercepat prosedur bea cukai dan izin pelabuhan untuk memfasilitasi proses tersebut. Selain itu, bank telah berkomitmen untuk membantu produsen pangan dalam memperoleh masukan asing, seperti yang dikatakan oleh menteri keuangan dan pasokan.

Topik Lain :  Beberapa Anggota OPEC+ akan Kurangi Pasokan Minyak

Sementara itu, para produsen mengeluh bahwa kurangnya mata uang asing telah membatasi kemampuan mereka untuk mengimpor sehingga memaksa mereka untuk mengurangi produksi. Madbouly mengatakan bahwa produsen swasta telah setuju untuk menuliskan harga produk mereka dan menyediakannya dalam jumlah besar di rantai ritel.

Pada bulan Juni, Bank Dunia merevisi proyeksi produk domestik bruto riil Mesir untuk tahun fiskal 2023-2024 menjadi 4 persen dari 4,8 persen dalam laporan prospek ekonomi globalnya. Selain itu, Kementerian Keuangan Mesir pada hari Kamis mencatat bahwa depresiasi mata uangnya terhadap dolar AS diperkirakan akan meningkatkan rasio utang terhadap PDB menjadi 95,6 persen untuk tahun keuangan 2022-23. *