Momentum Pemulihan Berlanjut, BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

Bisnis234 Views

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk tetap menahan suku bunga acuan seven-day reverse repo rate di 3,5%. Keputusan ini diambil sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi.

Selain tetap menahan suku bunga acuan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 9-10 Februari 2022 juga memutuskan mempertahankan suku bunga Deposit Facility 2,75%, dan suku bunga Lending Facility 4,25%. Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tekanan eksternal yang meningkat.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan BI bakal terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi. Terkait ini, siaran pers BI menjelaskan berbagai langkah yang dilakukan antara lain memberikan insentif bagi bank-bank yang menyalurkan kredit/pembiayaan sektor prioritas dan UMKM dan/atau memenuhi target RPIM berupa pelonggaran atas kewajiban pemenuhan GWM Rupiah rata-rata sampai dengan sebesar 1%, mulai berlaku 1 Maret 2022. Juga memperluas penggunaan Local Currency Settlement (LCS) sebagai sarana untuk penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi bilateral dengan negara-negara mitra utama, khususnya Asia; serta memperkuat kebijakan internasional dengan memperluas kerja sama dengan bank sentral dan otoritas negara mitra lainnya.

Ditegaskan pula, BI terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam upaya akselerasi vaksinasi dan pembukaan sektor-sektor ekonomi, koordinasi fiskal dan moneter, mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas, untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Menyinggung perkembangan terbaru perekonomian nasional, Perry menjelaskan momentum perbaikan ekonomi berlanjut pada 2022. Pada triwulan IV 2021, ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% (yoy), meningkat dari capaian triwulan sebelumnya 3,51% (yoy). Perbaikan, diungkapkan, terjadi di hampir seluruh komponen Produk Domestik Bruto (PDB) pengeluaran maupun lapangan usaha, sejalan dengan proses pemulihan aktivitas ekonomi domestik pasca merebaknya Covid-19 varian Delta pada Triwulan III 2021. Secara keseluruhan tahun 2021, ekonomi tumbuh 3,69%, jauh meningkat dari kinerja tahun sebelumnya yang terkontraksi 2,07% (yoy). Dengan perkembangan ini, perekonomian domestik diprakirakan tumbuh lebih tinggi menjadi 4,7-5,5% pada 2022, didukung percepatan vaksinasi, pembukaan ekonomi yang semakin meluas, dan berlanjutnya stimulus kebijakan BI, Pemerintah, dan otoritas terkait lainnya.

Topik Lain :  Pilihan Saham untuk Perdagangan 12 Oktober 2023