Kolaborasi Mikom UMB-UUM Malaysia Kuatkan Literasi Sosmed bagi Siswa di Pandeglang

Nasional277 Views

JAKARTA – Di era informasi digital saat ini, pengetahuan dan pemahaman remaja, khususnya siswa sekolah menengah perlu terus ditingkatkan. Terkait itu, Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (Mikom UMB) berkolaborasi dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat (abdimas) di SMKN 2 Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan ini bertema ‘Literacy of Social Media in The Digital Era: Opportunities and Challanges’.

“Perkembangan teknologi komunikasi digital terjadi besar-besaran. Maka perubahan adalah keniscayaan. Tapi, etika komunikasi tetap penting mendapat perhatian. Sebagai akademisi, menjaga nilai-nilai kebaikan merupakan kewajiban,” ungkap Dekan Ilmu Komunikasi UMB, Dr. Elly Yuliawati, M.Si, dalam kegiatan yang dilakukan secara daring itu, Rabu (9/2).

Sementara, Dr. Heri Budianto, M,Si, Ketua program Studi Magister Ilmu Komunikasi UMB, mengatakan Program pengabdian masyarakat ini adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Jadi, ini merupakan upaya implementasi hasil-hasil kegiatan pendidikan dan penelitian untuk menyelesaikan persoalan riil yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Pandeglang, Asep Rafiudin menyambut baik kegiatan ini, mengingat pentingnya literasi digital bagi anak-anak. “Kalau dulu, kita baca buku merasa sudah dapat pengetahuan, tapi sekarang eranya berbeda,” kata Asep. Anak-anak sekarang susah membaca buku, tapi melihat media sosia. Lantaran inilah, gelaran abdimas UMB menjadi penting guna menguatkan literasi digital bagi anak-anak dan remaja. Seperti Asep, Pj Sekda Pandeglang Taufik Hidayat, juga menyambut baik gelaran ini. “Ini penting untuk mengembangkan sumber daya manusia Pandeglang,” tambahnya.

Dalam pemaparan kuncinya, Associate Profesor Dr. Noorsiah (Dekan School of Multimedia Technology and Communication, Universiti Utara Malaysia) menyampaikan, berbeda dengan literasi tradisional (membaca, menulis), literasi digital bukan hanya membaca dan menulis. “Tapi juga bagaimana mengendalikan kehadiran diri secara online. Upaya inilah yang memunculkan peluang sekaligus risiko,” ujarnya.

Topik Lain :  FPT Calon Anggota KPU-Bawaslu: Tak Banyak Politikus yang Angkat Keterwakilan Perempuan

Noorsiah menambahkan, guna menghindari risiko negatif penggunaan media sosial, menurut pengguna dapat berpedoman pada nilai-nilai kebaikan. “Perlu diingat, bermedia sosial adalah menngenai diri sendiri dalam hubungannya dengan komunitas,” ujarnya. Terkait itu, ditegaskan pula remaja pengguna media sosial perlu menghindari agar tidak terjadi ketergantungan pada media sosial. Jika berkumpul bersama keluarga di tempat umum, seringkali tidak terjadi komunikasi antarmanusia. Ini merupakan keburukan pada kemanusiaan. Selain itu, Noorsiah juga menegaskan perlu menghindari jangan sampai ‘diperbudak’ gadget. “Keberadaan gadget itu untuk membantu aktivitas manusia, tapi nyatanya seringkali justru gadget yang menjadi ‘tuan’, nomophibia,” jelasnya.

Selain Noorsiah, beberapa dosen program magister ilmu komunikasi UMB juga menyampaikan materi. Dr. Ahmad Mulyana M.Si dan Dr. Heni Gusfa, M.Si menyampaikan bahasan mengenai ‘Empowerment of Digipreunership Competence for Youth in Pandeglang Banten in the Digital Economy Era’. Juga Dr. Ahmad Jamil, M.Si dan Rizky Briandana, Ph.D. menyampaikan bahasan ‘Citizen Journalism News Content Production Training on Beach Tourism Through Social Media in Pandeglang’. Selain itu, Dr. Nur Kholisoh, M.Si dan Dr. Leila Mona Ganiem, M.Si menghantar bahasan ‘Media Literacy on Prevention of Pornography Effects Through Personal Social Responsibility at Gerendong Village Pandeglang-Banten’.